Himpersif FISIP UIM Gelar Bina Perpustakaan Berbasis SLiMS di Desa Botolempangan
- May 01, 2026
- misbah
Himpunan Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi (Himpersif) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar kegiatan bina perpustakaan berbasis SLiMS pada Kamis, 30 April 2025, di Perpustakaan Istana Baca, Desa Botolempangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja himpunan dalam menjawab tantangan digitalisasi, sekaligus mendorong transformasi perpustakaan tradisional menuju perpustakaan digital. Melalui penerapan SLiMS (Senayan Library Management System), diharapkan pengelolaan perpustakaan menjadi lebih modern, efektif, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Ketua Himpersif FISIP UIM, Kartini Subang, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa masih banyak perpustakaan yang terbengkalai akibat minimnya akses informasi dan kurangnya transformasi digital. Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif menghadirkan kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan profesional calon pustakawan.
“Perpustakaan hari ini banyak terbengkalai karena minimnya akses informasi dan transformasi digitalisasi. Maka dari itu, kami berinisiatif mengadakan kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai calon pustakawan, agar perpustakaan bisa menjadi ruang belajar yang baik dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Kegiatan ini dibuka langsung di Perpustakaan Istana Baca Desa Botolempangan dan dihadiri oleh kader, pengurus, staf dosen, serta para pembina perpustakaan setempat. Turut hadir pula Kepala Program Studi Himpersif FISIP UIM, Herman, S.IP., M.IP., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, Herman menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dan berharap kegiatan ini dapat menjadi motor penggerak bagi mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi dalam mengembangkan dunia perpustakaan di masa depan.
Melalui kegiatan ini, Himpersif FISIP UIM menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi dan transformasi digital di tingkat desa, serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat.